Breaking Good News

Tags

, , , , ,

Hahahahahahahahaha

1000 tahun lamanya dah nggak update

Berhubung sebentar lagi ujian blok urip kok ujian terus maka menulis di blog adalah suatu pelarian yang paling nikmat nomer 2 setelah youtube

Dusta banget ya? Kalo nomer 2 kok ga pernah apdet? 

Iya deh, nomer 9 sebenernya….

Mau ngewrapup hidupku selama ini nih:

  1. Belum berhasil menyelesaikan cerpen konser SENSE yang ditulis sejak berabad lalu. Hidupku ngapain aja sih
  2. Habis ekspedisi super singkat ke Bandung! Menyenangkan sekali. Kukira Jogja macetnya dah parah, tapi ternyata aku tak tahu arti macet yang sebenarnya hahahaha. Menjajah Trans Studio dan babak belur akibat nekat mencoba roller coaster mundur. Sekarang aku tak takut menghadapi apapun, bahkan kora-kora maut Sekaten sekalipun. Mencoba masuk ke salah satu Mall eksklusif dan merasa salah tempat megang barangnya aja ga berani. Ke Tangkuban Prahu dan malah kepengen beli topi-topi lucu tetep heran mana bentukan perahunya. Pokoknya Bandung itu cantik. Aku pasti akan ke sana lagi~ buat kulakan baju
  3. Penelitianku sudah menuju ke 22 sampel terakhirnya. Ya Allah lancarkanlah. Pingin tobat habis liat 3 temen udah pendadaran. Aku kapan???
  4. Portal combat blok 4.3 pake HP, di kereta Bisnis Mutiara Selatan. Wes kalah sakdurunge combat
  5. Mendapat barokah akibat kalah perang, dengan portal combat #2
  6. Mendapat barokah lagi, karena OSCE KBK III LULUS. Mukjizat itu nyata. Bayangkan stase bedah minor super ekstra porak-poranda begitu bisa lulus. Aku ngimpi opo.
  7. Lagi suka main Persona 4. Tokoh utamanya kunamain Taka Mikain. Wakakakakak. Kombinasi Taka dan Sierra Mikain. A very unlikely couple. Gils game ini gameplaynya lama banget.
  8. TERPENTING: MR.CHILDREN REFLECTION. Baru kudengerin beberapa lagu dan I THINK I’M IN LOVEEEEEEEEEEEEEEEEEE. Mikan, terutama, unik dan nanchep di hati. Duh duuuuuuuuuh dimana hamba bisa mendapat full albumnyaaaaaaaa :((((. Aku yakin album ini bagus banget, karena mereka hiatus 2 taun lebih demi album ini dan lagi-lagi, setelah full blown PV di album Blood Orange, kali ini cuma ada 1 PV (Ashioto). Ashioto sendiri belum begitu nancep di kuping haha. Lagunya yang versi full ada 20an. Udah mau nyamain Dream Theater aja durasinya.  A must hear album, dan mungkin bisa menggeser posisi SENSE di hatiku hahahahaha. GOD PLZ LET ME HAVE THIS ALBUM (at least illegally). 
  9. “Yoku kita ne”, lagu dari Bank Band.  Sungguh menyejukkan. Marai mbrebes mili.
  10. TERPENTING #2: ARSLAND, Komik karya Hiromu Arakawa, SUDAH TERBIT DI INDONESIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. Volume I, KEREEEEEEEEEEEEN. Gak sabar. GAK SABAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!
  11. Kamis depan, aku ujian

Sekelebat soal Osce……..

Tags

, , ,

Haaaaaaai! Kembali lagi ke blog amburadul dan isinya seenak jidat ini~

Habis menjalani ujian hidup number 001, momok semua mahasiswa kedokteran pre-koas tak lain tak bukan adalah OSCE. Ya, OSCE KBK III ((bergema))

Ujian kali ini penuh duka lara T.T (emang kapan nggak?) sampe-sampe pertanyaan, “gimana osce?” udah menjadi pertanyaan yang selevel sama “kapan kawin?”, atau “apa kabar skripsi?” Jawabannya pun bisa disamakan, “Doain aja yang terbaik”. Epic

Emang kalo ngomongin OSCE itu nggak habis-habis. Cerita nanti dimulai dengan recent tragedy, lalu flashback taun kedua, sampe taun pertama jadi first encounter and first heartbreak (kenangan buruk semua). Trus lanjut ke kontroversi-kontroversi kelulusan dan ketidaklulusan, sampe gosip-gosip antara penguji dengan yang diuji (lho?).

Berhubung aku nggak ingin mengingat masa lalu (BGM: lagunya Inul), kucatet beberapa yang bisa diingat di ujian kali ini aja deh…….:

IV Line & minor surgery disaster–> udah nggak ngerti lagi

MME blankness –> ngomongnya belepotan ampe nggak ngerti sakjane aku ngomong apa…..

IPM thermometer madness –> panic attack & mecahin termoter T.T

Stroke hurricane –> meriksanya kayak mau ada bencana alam. Kecepatan cahaya

:”)

Mari kita berdoa yang terbaik. Semoga cepet move on juga :”)

 

Lagu Mr. Children yang harus kamu dengar!

Tags

, , ,

Tengah malam, ikan bobok, aku bangun. Opo to…………

Hai pembaca setia (atau pembaca nyasar), maafkan aku yang ngepostnya udah kayak ngepost buku tahunan….ampe berdebu banyak sawangnya. Oleh karena itu, mari kita kerja bakti mbersihin blog ini dari kotoran-kotoran nekat dengan sebuah post! Tentang apa? You guess it. Hahahahahaha

Mudah ditebak bukan? Yes, another Mr. Children.

*Pembaca setia mulai melolong kabur* Noooo don’t gooooooooooooooo. Aku janji postnya ga panjang-panjaaaaang~~ tidaaaaaak!!! jangan pergiiiiiiii!!!~~~

……………………………………………………………………*back to common sense*…………….

Maaf ya, kalo malem wahamnya sering kumat. Yak mari kita mulai post ini dengan benar.

Tema hari ini adalah….penuaan. Ah apa sih vi. Kalo malem-malem sendiri sepi begini, rasanya jadi inget umur (kok jadi kayak omongan simbah-simbah?). Makin tua, harusnya makin bijak. Harusnya. Harusnya makin bisa melihat dunia secara luas. Harusnya sudah mulai sadar dunia tidak berpusat pada diri kita. Harusnya. Tapi aku kok masih begini-begini aja ya…..

Mungkin untuk menemani malam yang galau ini, sebuah lagu yang sangat cocok dari Mr.Children. Ini adalah satu lagu yang selalu ada di sudut hatiku (ceile). Judulnya, “Drawing”, dari album It’s Wonderful World.

Damai bukan? Lagu penenang penuh cinta yang anti-cheesy. Aku suka banget dinamika lagunya. Super slow, slow, building, building, building, burst, ending. Vokal om Sakurai yang menyayat dan nujleb. Beautiful melody. Simply beautiful without being too melancholic. Aaah ngomong apa aku^^

“Soshite itsumo, boku no noto ni”

“Yes, you’re always on my note”

Mati.

Liriknya.penuh cinta. Nyanyinya penuh cinta. Kurang apa.

Ini adalah perform dari ap bank festival 2012. Gile kan, super high quality concert. Belum ada yang pernah tak tonton yang seindah ini (via youtube maksudnya). Aaaah kok tahun 2013-2015 ga ada sih 😦 sedih. Pingin beli dvdnya barang satu……kalo bisa sih mbajak

Eh, prolognya ga nyambung ya? Tadinya mau masukin lagu Mr.Children yang lain, judulnya “Image”. Tapi berhubung linknya ilang, ganti lagu hahahahaha.

Enjoy the beauty. It’s truly a good song 🙂

The Frontman: Sakurai Kazutoshi!

Tags

, ,

….I should’ve written assignment for tomorrow or at least studying for exam (which will be 4 days later).

BUT YEAH. I’ve just read an article on Sakurai so I can’t control myselffff IIII have to write////

(ganti bahasa//capek)

Hatiku sedang berbunga-bunga~~~ kenapa yaaaa….kayaknya habis baca artikel tentang Sakurai. Satu artikel thok, tapi it made my day. Hahaha mudah kan membuat saya bahagia? :3

Dari tadi nyebut Sakurai terus. Siapa sih Sakurai? Mari, saya perkenalkan, welcome to my result of stalking research…

Oom Sakurai Kazutoshi (usia saat ini: 44 tahun). Kalau ngetik Sakurai di google, suggestionnya yang pertama pasti Sakurai Sho. Yang kedua, seiyuu, terus ada juga tokoh anime…. Ealah oom, kamu kurang eksis di ranah Google yah ternyata *pukpuk*.

 

 Oom Sakurai Sho. Jawara 1 dalam ranah Google Search.


Oom Sakurai Sho. Jawara 1 dalam ranah Google Search.

Sakurai Kazutoshi, vokalis, komposer, gitaris (gitar akustik, rythm, ato malah MELODI), pemain harmonika, dan berbagai pemain instrumen lainnya adalah frontman (bukan leader, leadernya Hideya) Mr.Children. Iya, yang dari jaman bahulak dibahas terus ga bosen-bosen.

BIOGRAFI

Name: 桜井和寿 [Kazutoshi Sakurai]
Birthday: 1970.3.8
Birthplace: Tokyo
Blood type: O
Height: 172 cm
Weight: 64 kg
Martial Status: Married to 吉野美佳 [Mika Yoshino]
Position: Vocal, guitar, lyrist, and composer

Favorite things:
Soccer
surfing
singing
drinking
guitar
TV
radio show (Yaruki-Manman)
sea
sky
people

  • Hospitalized after bloackage in his cerebellum was detected in 2002. All activities were canceled but after recieving word of a good recovery they returned for a 1 night live in December that same year.
  • Former employee of recording label
  • Had a daughter with first wife [born October 1994]
  • Has a son with second wife [born June 2002] and third son in 2004
  • Nickname is エロオヤジ [erotic father]
  • Kuwata Keisuke from Southern All Stars has given him the nickname ‘Mr. Total’, while fans address Sakurai as Sakurai-san.
  • Played baseball and studied Karate as a child. Parents were very big on physical education.
  • Parents own a construction company
  • Father is a carpenter and Sakurai had consider following in his foot steps until ‘Innocent World’ was released.
  • Favorite book is 世界の子供たち [Children in the world] and ‘Happy News’
  • His eldest sister was the one who noticed he had a talent for the guitar. Sakurai had borrowed her guitar to play the song ‘Forbidden play’, to which she said he was a genius on the guitar.
  • Favorite food is cake and crape
  • Favorite cartoon is Takehiko Inoue’s ‘vagabond’ and favorite comic magazine to read is SHOUNEN JUMP
  • Is influenced by the musician Shogo Hamada
  • Brings a box lunch with him when he goes to perform on TV shows
  • Got so drunk after MEET THE WORLD BEAT in 1993 that he was taken to the hospital. Has also gotten so drunk after a performance that he spent the day vomiting.
  • Hates cigarettes. Used to smoke until he realized how overworked he felt and that he was having a hard time breathing while trying to sing
  • His favorite animal is a Squirrel monkey
  • Likes watching comedy on TV and live comedy shows. His favorite comics to see live are Neptune and Honjamaca.
  • There is a villa he goes to in the Yamagata Prefecture when he needs to get away
  • Is said to look like Junichiro Koizumi, which was pointed out when Koizumi was speaking with a high school girl
  • Father suffers from oneiromancy. In 2008 his father passed away. No official report on when or what his father passed away from.
  • Would like to be self-sufficient and live in the country when he gets old

(Source: http://www.innocent-world.org/sakurai.html)

 
Lucu juga kan backgroundnya? Makhluk Tuhan yang disegani di Jepang oleh sesama artis dan juga rakyat biasa ini nyaris hampir ga punya
background pemusik sama sekali (ayah: carpenter?). Bikin saya makin percaya bahwa, bakat itu ga selalu diturunkan. Dia dikenal sebagai musical genius, lyrical genius, dan di kalangan lokal (baca: temen-temen saya) sebagai pujangga *ceile* (akibat lirik lagu dengan kata-kata puitis menembus batas dan panjangnya juga menembus batas –udah kaya cerpen).

Hampir semua lagu dan liriknya dia yang bikin, dengan aransemennya oleh Mr.Children & Om TakeKoba. Yup, That extra sweet melody, bitter-deadly-lovely-lively-pervert lyrics, is all made in Sakurai, bro, yes he did. Dia bisa bikin lagu semuram “Surrender” (yang sampe menginspirasi orang untuk bunuh diri–dan karena itu Mischil jadi ga pernah lagi mainin lagu ini di konser -,-) sampe lagu se-bubblegum pop “Marshmallow Day” (sumpah ini lagu muanis banget melodinya sampe bikin sakit gigi pliket-pliket kembang gula gitu deh….mbuh kenapa tiap denger lagu ini rasanya kok kayak gitu hahahaha *alay tingkat dewa*).

Dan dia bisa juga nggabungin dua perasaan itu dalam satu lagu…misalnya di “Kawaita Kiss”. -..- Ok fine

 

 Jawara 3. Yap, Oom Sakurai dikalahin sama Sakurai Aoi (makhluk 2D) T.T


Jawara 3. Yap, Oom Sakurai dikalahin sama Sakurai Aoi (makhluk 2D) T.T

Aku secara personal suka biyanget biyanget gak nyante biyangetnya sama karyanya. Kejeniusan komposisinya kusetarakan sama Soundgarden deh, cuma beda genre. Personal taste sih, kalo di kalangan lokal sih komposisi dia kurang “industrial” atau “mainstream” atau “catchy” atau “ear-friendly” atau apalah namanya. Ga banyak yang tau, apalagi nge-fans. Mungkin itu akibatnya dia ga muncul di google suggestion T.T dan sekali lagi, emang Mr.Children bukanlah band yang bakal disukai dengan sekali mendengar saja. Mereka emang aneh, bukan, tepatnya, pengecualian.

Lirik lagu yang dia buat itu, oh my god. Beyond everything I ever read before. Indah, njlimet, metaforik, mbuhrangertiartine, dan wow. It saves people. Bisa “menyelamatkan” seseorang -agak alay-. Tapi Eiichiro Oda aja bilang gitu. Aku sendiri merasa terselamatkan gara-gara “Any”, dan “Owarinaki Tabi”(dan akhir-akhir ini “Irodori”). Selalu merasa terketuk kalo denger “[Es]” (es adalah id, id adalah core manusia yang berhubungan dengan nafsu dan insting survival–*barusan belajar psikodinamik*). Selalu merasa getir-sedih-terharu kalo denger “Hana no Nioi”. Merasa tercermin dalam “GIFT”, merasa kecil kalo denger “Ao” dan 100 kata sifat lainnya yang muncul di semua lagu mereka -alay-.

Padahal dia bilang dia jarang baca buku, I wonder where are those words came from? Eiichiro Oda aja bilang kalau oom Sakurai terlalu jujur terhadap liriknya, seakan kita bisa menelisik kedidupan pribadinya lewat lirik lagu saja. Aku…setuju. Hahaha.

Disinyalir sebagai mbah Sakurai di masa depan

Disinyalir sebagai mbah Sakurai di masa depan

Hal selanjutnya yang kusukai dari dia adalah karakter vokalnya. Super aneh. Alien. Not from this world. Ada artikel gaul yang bilang bahwa suara Sakurai itu mentah dan bukan suara penyanyi profesional yang dilatih vokal. Sayang linknya udah jadi 404 not found. Aku setuju, suara dia itu tinggi, tajam, ga ear friendly, tapi hanya satu- satunya. Dan suara itu cocok banget buat lagunya Mr.Children (bias detected -,-) haha. Like, it directly stirs your heart, goes into your heart without first knocking.

Bahasa gampangnya: nujleb.

Mau Ayaka sekalipun yang ngover lagunya Mischil, tetep bagusan Mischil. Apalagi Takeru Sato yang ngover (ini random banget, tiba-tiba dia
ngover 365 nichi, which is, a very hard song to sing, I guess)

-no offense buat fans Takeru, aku suka dia dan Kenshin-nya :3 –

Anyway, he sings with emotion. It’s from his heart. It’s like he’s telling you his personal story.

Ayaka. Penyanyi dengan suara bulet dan gede. Fans berat oom Sakurai

Ayaka. Penyanyi dengan suara bulet dan gede. Fans berat oom Sakurai

Kenshin nyanyi? Don't imagine, just listen on Youtube.

Kenshin nyanyi? Don’t imagine, just listen on Youtube.

Meskipun dia lack of kegantengan yang dimana itu adalah suatu hal yang diharapkan ada di wajah frontman, tapi menurutku dia ganteng kok, apalagi pas nyanyi. Bukan ganteng flower boy, tapi ganteng karismatik yang bikin mata tersedot. Dulu waktu aku belum kenal Mr.Children, Sakurai sama sekali ga ganteng. Dia mukanya Jepang banget. Tapi setelah liat dia nyanyi…rontok deh atiku. Sing me GIFT and I would like to marry you (dialog ke bapak-bapak umur 44 tahun yang udah punya istri dan anak). Ah, he had a very happy smile that also made you smile just by looking at him! Soreto…he’s sexy. Athletic body and lot of muscle….droll (sekali lagi, ini ngomongin bapak-bapak umur 44 tahun)…

….Mohon maaf *wew* Sempat lepas kontrol…

Oke…

Sisi lain yang bikin aku tambah suka, dia kayaknya a good father (walopun nick-nya erotic father, penasaran banget kenapa). Di artikel sebelumnya yang bilang dia had a father-daughter date. Aku senyum-senyum ga jelas kegirangan hahaha. Aih. Sekarang aku tau alasan kenapa nama dia muncul di ranking cowok paling ingin dijadikan suami se-Jepang.  Cincin kawinnya juga selalu dipake *ketauan kepoannya apa*.

Nah ini yang ga kalah penting. Dia co-foundernya AP BANK. Yap, bank yang menyewakan kredit pada proyek kecil-menengah berunsur go green ini salah satunya dia prakarsai (dan menyumbang modal awal). Mereka juga ngadain konser tiap tahun (AP Bank Festival/AP Fes) buat meningkatkan awareness masyarakat terhadap lingkungan dan juga cari dana. Emang dashyat. Mereka sampe masuk di majalah TIMES . Aku baru tau di Jepang ada musisi yang beneran konkrit menggalakkan movement untuk lingkungan.

Di AP Fes 2012, mereka ngundang Jason Mraz sebagai artis internasional pertama yang pernah diundang (FYI, Jason juga adalah aktivis lingkungan di Amrik sono). Uwow. Konser AP Fes banyak yang udah upload di Youtube, dan quickly you’ll realize bahwa ini adalah konser berkualitas tinggi…hohoho. Artis yang diundang juga artis macem-macem, dari yang nggak kutau sampai yang artis gaek (contoh: the Gospellers). Dan Om Sakurai beserta Om TakeKoba jadi pengiring untuk hampir semua artis. Huhohoho, ampe jari-jarinya TakeKoba diplester sono-sini. FYI durasi DVD (DVD lho, bukan konser secara keseluruhan) adalah 3 jam-an…or more? Pokoknya kalo mereka jual DVD itu dapetnya 3 CD. Ngeri juga itu main musiknya spartan banget hahaha.

Sakurai Kazutoshi yang sebenarnya (baju kotak-kotak). Udah ga ganti berapa kali om tuh baju? Sampel apal

Sakurai Kazutoshi yang sebenarnya (baju kotak-kotak). Udah ga ganti berapa kali om tuh baju? Sampe apal

Dari tadi ada Eiichiro Oda, siapa sih itu? Yap, dialah pengarang One Piece! Ngomongin interview sama Eiichiro Oda, itu dia yang bikin saya bahagia. Dua pencipta karya besar di Jepang ini…dalam satu interview,…kamu berharap apalagi…. :333
Di interview ini, bisa dibaca bahwa Oom Sakurai itu (dan juga oom Oda) adalah orang yang rendah hati. MY GOD. Dia…what can I say. Is he human? Aku terharu :’))))

How can I, as a human being, hate him???? Mungkin itu juga kenapa dia sering masuk rangking cowok terkeren se-Jepangcowok yang paling diinginkan buat menghibur hati, dan tadi, cowok paling ingin dijadikan suami se-Jepang. Nyahaha emang aneh lah orang Jepang kalo bikin ranking.

 Are you smiling too when you look at him? Well I did :)))))


Are you smiling too when you look at him? Well I did :)))))

Yah pokoknya, buat makhluk Tuhan yang satu ini, semoga selalu berjaya dalam berkarya. Tertanda, fansmu, umur 20 tahun :))

 

Libur?

Tags

, ,

Aiiiihhhh sudah lama tak ke sini. Habis menjalani hari-hari dengan ujian, baik ujian akademis maupun ujian hidup, akhirnya datanglah! Libuuuuur!!!

Oke. “Libur”. Ini bukan libur yang sebenarnya, jadi sebut saja “libur”. Sebut saja mawar juga boleh. Libur alias mawar alias melati alias semuanya indaaah … iyo cukup ngelanturnya -_-

Jadiiih, untuk membuka “libur”an yang berbahagia ini ada serangkaian wacana (yang semoga gak berakhir tetap jadi wacana) yang akan kulakukan. Seperti…belajar OSCE (sejauh ini masih wacana), belajar mobil (masih wacana juga), dan yang paling penting: main (sudah terlaksana ^^9).

Main. Hal tersakral/ter-sacral yang sedang kujalani ini adalah mengenai game PS2 (makanya namanya ter-sacral)–iya, berhubung PS3nya dimaling orang–yang genrenya RPG. Dan semua orang tau (ora sih jane) hanya satu seri RPG yang kucintai, kubanggakan, dan kumainkan, yaitu Suikoden series!

Suikoden series, buat para gamers yang malang melintang di dunia RPG pasti ga asing lagi. Ini salah satu seri yang powerful, lumayan populer walopun pastinya kalah sama FF series (tapi kalo di hatiku juarak- wededeew). Sejauh ini (dan semoga ga sampe sini aja) udah ada seri I-V. Dan yang udah kumainin adalah I (ga nyampe tamat), II (main sampe 5 kali–favorit), III (lagi proses namatin), V (tamat bad ending! aaaggh). Yang IV masih wacana mau namatin, tapi liat masku main aja puas, soalnya isinya cuma mengarungi lautan biru, luas, jauh, ga habis-habis, random fightnya buanyak banget nggak ngerti lagi (tiap 5 langkah ketemu monster -_-). Oh, sebenernya ada beberapa seri lain, yang kayak spin-off, seperti Tierkreis, Tactics, atau Suikogaiden. Tapi karena ceritanya nggak nyambung secara langsung dengan seri aslinya ya jadi males mainnya. Terkecuali Suikogaiden, ini kayak game novel gitu, yang nyambung sama cerita aslinya (ga bisa main karena bahasa Jepang T.T).

Yah, Suikoden secara umum ngisahin tentang seorang hero (kalo yang ke III, ada 3 hero sih) yang bakalan kita kendalikan dan kisahnya dalam menjemput panggilan takdir. Ceile. Beneran kok. Nah, takdir mereka, yaitu mereka dapet surprise (beneran surprise, ehem, Leknaat, ehem) berupa “ketancepan” suatu kekuatan maha dahsyat, True Runes. True Runes di dunia Suikoden punya peran seperti dewa, dan mereka punya keinginan mereka sendiri, sehingga True Runes sendirilah yang bakal memilih “inang”nya. Ada 27 True Runes di sini, dan tiap hero dapet 1 Rune (ada yang ga dapet juga sih…). Orang yang punya True Runes bakal punya kekuatan luar binasa serta keabadian. Tapi…sebenernya ada juga efek sampingnya, semua tergantung True Rune apa yang didapet si hero. Oh ya, selain itu, dalam takdirnya si hero ga bakal berpetualang sendiri, dia akan ditemani oleh 107 sejawat, sehingga kalo ditambah si hero, total ada 108 karakter, yang sebutannya adalah Stars of Destiny, yang bakal bersama-sama menjalani suratan sang takdir.

Inti masalahnya sendiri biasanya berpusat pada…politik? Perebutan kekuasaan, peperangan, pertahanan wilayah, kudeta. Gitu deh. Malah jarang banget petualangannya dalam rangka menyelamatkan dunia, mencari keluarga yang hilang, menjadi ksatria hebat,dll. Itu salah satu yang bikin aku suka sama Seri ini, fiktif tapi realistis. Mereka ngambil permasalahan yang pasti pernah menjangkiti kita, masalah kekuasaan.

Oh ya, fitur plus lain di game ini adalah adanya sistem perekrutan dan perang. Kan ada 107 karakter lain tuh selain si hero, nah, di antara 107 karakter ini, ada yang secara otomatis jadi sejawat, ada juga yang harus direkrut biar dia mau jadi sejawat. Nah ngerekrutnya juga kadang-kadang nggak gampang hehehe, tapi asyik. Sejawat-sejawat ini bakalan punya perannya masing-masing dalam mengisi markas yang nanti si hero buat (dan hero sebagai leadernya). Bisa berguna dalam fight, dalam perang, ato mungkin dia penjaga toko armor? Haha. Satu lagi, sistem perang. Ntar ada turn-based tactical fight gitu. Kamu mengatur party perangmu dan mengatur arah jalannya dalam perang. Yang cukup asemik itu di Suikoden V, di mana ada sistem mati dalam perang. Kalau suatu party perang mati, dia bakal mati selamanya…alias tinggal nama T.T

Okeee kok jadi ngelantur..Back to topic, Suikoden III. Jadi ini game masih seputar True Runes, bedanya kali ini ada 3 hero dan kita mainin ketiganya dalam satu cerita. Nah, lho.Maksudnya, ceritanya satu, tapi kita liat dari 3 sudut pandang, intinya itu. Sudut pandang ini menarik, karena kita liat dari sisi Hugo (Grassland), Chris (Zexen, musuh abadi Grassland), dan Geddoe (Mercenary dari Harmonia, perusak kedamaian Grassland 50 tahun yang lalu, dan saat itu bakal merusak lagi). Masih banyak teka-teki di game ini, tapi sejauh ini ceritanya menarik, karena ternyata ada devide et impera di antara segitiga ini, yang bikin semua rusuh. Nah, siapakah dalangnya? Kita liat nantiiii.

suikoden-3

Oh ya untuk gameplay sendiri, battle di Suiko III agak…aneh. Fiturnya lain dengan yang II (yang sangat tradisional). Masih turn-based, tapi pake aturan formasi. Tiap tim bergerak dengan formasi dua orang, jadi ada 3 tim. Muncul sistem Skill. Untuk ngeluarin Rune, kalo skillnya jelek, bisa lebih dari satu turn (yang mana ini nyebelin, karena kalo diserang musuh, bisa nggak jadi spell Rune -_-). Trus si Rune bisa ngenai temen sendiri kalo dia deket dengan musuh dan nyerang banyak musuh (kejadian -_- si Geddoe kena Explosion dan mati sekejap. Geddoe, lho, Geddooooeee T.T –untung tetep menang).

Ah, plusnya dari seri ini adalah…openingnya yang pake animasi. Cantiiiiiiiik, bikin pengen nonton anime Suikoden :3 *tapi itu tak mungkin*. Negatifnya, soundtracknya ga sebagus yang II. Apa karena yang seri II kebagusan ya OST-nya? Asem tenan og, kalo ada yang jual CD-nya, aku….ngopi.*ga kuat beli. CD Jepang mahal*

Sedikit trivia yang menurutku penting (trivia kok penting?), seri ini nyambung satu dengan yang lain. Jadi kita kadang bisa menemukan karakter-karakter yang pernah muncul di seri sebelumnya. Tapi timelinenya sendiri nggak urut, dari IV-V-I-II-III (kalo ga salah). Dan di seri III, banyak terselip cerita tentang yang II, dan karakter-karakter dari seri II 15 tahun setelahnya. Haha, asyik banget :3 Terasa nostalgiaaa.

Hokeeeh, intinya, Suikoden series ini bukanlah game yang bakal kamu relakan untuk lewati. Menyesallah kalau kamu ga main! Menyesaaaaaaaaal!!! Seri yang paling bagus, menurutku yang II (PS1). Kalo mau langsung nujleb di hati, mainlah yang II dulu. Yang cuma ada PS2, mainlah yang III. Pokoknya mainkanlah. Mainkaaaaan!!!

Kapan-kapan kupost yang II deh. Sambil nostalgilaa 🙂

kayaknya sih mbacanya: Yormunggan

Tags

,

Hari-hari neraka sudah lewat TvT (ceritanya emot terharu), mari kita sambut hari baru ini dengan post yang mencerdaskan bangsa, yaitu rekomendasi komik #2 dari Bandar!

*bandar mode, switch on*

Baru aja namatin ni komik, judulnya Jormungand. Hohohohoh. Mung kin buat otaku udah pada tau atau sekedar tau bahwa komik ini mencatut Indonesia dan mendiskreditkannya memunculkannya dalam cerita sebagai basisnya Kasper dalam berdagang. Haha. Eeeniwei mari mulai post ini dengan benar… *jadi ini  belum mulai*

Jormungand menceritakan perjalanan seorang gadis bernama Koko Hekmatyar dan kru-krunya dalam mengarungi dunia untuk berdagang… pilih! a) ternak, b) budak, c) karpet, d) diri?

Yak, salah! Jawabannya adalah senjata 😛

Kru-krunya itu bertugas sebagai bodyguardnya dia, ada yang mantan CIA, mantan tentara, mantan mafia, dan yang spesial, tentara anak-anak yang bernama Jonah, favoritnya Koko.

Udah gitu doang kok inti ceritanya. The end. Hahaha. Yang asik adalah, meskipun ini komiknya ceritanya episodik banget, tapi entah kenapa menyenangkan. Funky dan seru, karena Koko sifatnya nggak ketebak. Dia bukan tipikal hero komik remaja yang selalu berpihak pada kebenaran dan rela berkorban blablabla, tapi dia juga bukan orang yang 100% jahatnya pingin menghancurkan dunia dan jadi orang paling kaya. Dia selalu bersembunyi di balik topeng senyumannya. Imagenya yang kuat dan kayak rubah itu yang paling terasa. Jonah, si tentara anak-anak yang polosnya luar binasa, innocent, tanpa ekspresi itu unyuuuuuuuu banget oh mai gawd. Dia nggak bermaksud unyu pun terlihat unyu. Aaah yang natural selalu lebih bagus. Hubungan antara dua orang ini dan kru-kru yang lain inilah yang bikin komik ini asyik.

Tamat dalam 11 volume, menurutku pas banget. Endingnya pas banget (meskipun aku merasa komik ini masih bisa banget dilanjutin dan ITU BIKIN PENASARAN karena pengarangnya namatinnya di bagian yang PALING penting). Pas banget, nggak kayak komik D**** N******** bukan death note, bukan. Tamatnya nyaman. Porsi cerita selesai sai sai.

Kalo ngomongin tentang gambar, jujur aja gambarnya jelek. Serius. 11-12 sama SnK, tapi lebih rapi sedikit. Walaupun gitu ekspresi muka Koko dan Jonah masih tergambar dengan baik kok. Oya, disini defisiensi orang ganteng, paling cuma Kasper yang layak disebut ganteng.

Oya buat yang suka filosofi, Jormungand itu nama makhluk mitologi, tapi lupa mitologi mana. Dia ular panjaaaaaaaaaang yang hidupnya di laut, saking panjangnya badannya bisa mengitari dunia dan di ujiungnya dia menggigit ekornya sendiri. Jadi ular yang menggigit ekor, kayak pernah denger? Haha iya di FMA ini disebut uroborous. Katanya, simbol ini tu menandakan sesuatu yang ga ada endingnya, alias abadi, alias Dewa.

Okeeh, jadi untuk komik ini, kurekomendasi buat yang suka komik Seinen. 3,75/5 deh 🙂

Mr. Children, Band Organik Kesukaan (2)

Tags

, ,

Laporanku belum jadiiiiiiiii!!!! Bahkan belum mulai!!!!!!!!!!

*Ritual selesai*

PS: yang belum pernah baca postingan saya, ritual tiap postingan yang harus saya lakukan adalah mengucapkan kata, kalimat, atau cerita geje. Nggak kok, saya gak obsesif-kompulsif, cuma…geje

Heheheh
Nglanjutin cerpen tentang Mr. Children tempo hari. Mari kita songsong cerita selanjutnya~

Barusan aja ngliatin sumber terpercaya saya akan update (atau outdate?) tentang Mischil. Nonton Namonaki Uta jaman ra enak (90an). Oom Sakurai masih gondrong2 unyu dan syukurlah dia udah sadar bahwa model belah tengah sesungguhnya sudah lengser dari zaman kejayaannya. Dia membawakan lagu ini ala John Lennon -.- saking cintanya kali ya…. tapi pesannya jadi terasa wagu hahaha, serasa dia nyanyi Working Class Hero tapi isi lagunya lagu cinta *Loving Class Hero? Oh, fenomena kekejaman terjadi di vidio ini. Ceritanya ini video live mereka di TV (kayaknya), kamera muter2, ambil dari beberapa sudut pandang, tapi….yang di shoot cuma oom Sakurai. Padahal lagu ini nyaris 6 menit. Helloooo Mischil ga cuma satu oraaaaang, kalo cuma satu namanya Mr. Sakurai dong -.- Tahara dapet sih, pas solo gitarnya, selama 5 detik-an (1 2 3 4 5 tetooot, iya, secepat itu -.-), daaaan rambutnya pas itu gondrong jadi mukanya kesensor secara alamiah. Hededeeeh.

Eniwei, tadi baru prolog lho ya, hahaha. Ini cerpen kan?

Hari ini mari kita bahas sedikit tentang album2 mereka

Jadi, Mr. Children udah nelorin 15 album. Saya sendiri belum denger semuanya sih, baru Shinkai, Bolero, Shifuku no Oto, It’s A Wonderful World, sedikit dari I Love U, HOME, Supermarket Fantasy, SENSE, kompilasi greatest hits mereka, sama beberapa dari album B-Side. Kalo di list lumayan juga ya O.O tapi percayalah, masih banyak lagu mereka yang belum pernah kudengerin…

Agak OOT, entah kenapa saya ga bisa merekomendasikan album mereka… maksudnya, bukan karena album mereka jelek, bukanlaaah. Tapi lebih karena…mungkin kamu bakal lebih merasuk ke Mischil kalo kamu discover mereka sendiri. Aneh ya? Padahal biasanya kalo aku lagi sukaaaa banget sama sesuatu, semua orang kusuruh nyobain. Tapi buat ini, lain cerita.

Okeiii, dari beberapa album yang udah kudenger, aku paling suka sama SENSE. Itu salah satu signature album mereka, menurutku. Sound zaman mereka muda, sound eksperimental, dan lalu sound ini, menurutku sudah benar2 matang. Kayak semacam memberi sign bahwa “this is us”, pake spidol merah dihighlight kuning.

FYI, album ini promosinya 0. Iya, dibaca lagi, e-nol. Biasanya, kalo band mau nelorin album baru, mereka:
1. Bikin PV dari satu lagunya dalam albumnya (minimal). Maksimal yaaa sebanyak-banyaknya
2. Masukin single-single yang sebelumnya pernah dirilis
3. Kalo dulu pas nonton dan masih ngikutin Tohoshinki, mereka tampil di stasiun TV mana-mana, trus promosi album
4. Iklan, kayak poster, judul album, tracklist, pemberitahuan di web, semuanya dari jauh-jauh hari dan semeriah-meriahnya

Nah, ini, gak berlaku buat Mischil di album SENSE. Lagu mereka di album ini ga ada yang dibuat PV. Single yang dimasukin ke sini juga gak ada. Mereka ngluarin release date album baru, tapi iklan mereka cuma poster lautan, tulisannya Mr.Children. Jeng jeng, uwis. Plis deh itu sangat tidak promoting. No name, no tracklist, no TV promotion, no news, nothing. Dan dekat2 hari rilis mereka baru ngluarin iklan lagi, tapi cuma tulisan jepang yang juga bukan judul albumnya. Dan, voila, tau-tau nyampe di release date dan jdeng, muncullah album itu, what -_-. Jadi, kalo kata temen saya, teko-teko teko. Mbacanya nggak kayak nyanyi anak ayam yaa, haha. Maksudnya, literally, tiba-tiba datang. Ya, tiba-tiba aja. Sugoy Sugoi Sugowww. Walopun gitu, langsung merajai Oricon Chart. Woaww

Menurutku ini semakin menguatkan bahwa Mischil itu bener2 pingin dikenal sebagai band sederhanya tapi extraordinary, nah lho gimana tuh?? Kesannya, mereka ingin dikenal dan disukai sebagai Mr.Children, bukan dikenal dan disukai sebagai “Mr.Children”. Bener2 terasa seperti mereka bikin karya, buat mereka sendiri. Unik juga. Kalo kata temen saya lagi, nyeni banget

Ah, tentang lagunya. Aku suka banget sama Gitai. Cantik. Lompatan nada yang bikin lagu ini gak bisa ikut kunyanyiin bareng itu menyenangkan. Lagu ini menyenangkan, mencerahkan, memutihkan *lho? aaaah fresh banget pokoknya tapi bukan tipe lagu radio sunday morning juga. Sparkling, and literally brings smile to your face (Lebay lageee). Nanyain liriknya? Inspiratif, menurutku.
Lagu lain yang kusuka banget adalah Ao. Ini lagunya simpel banget menurutku. Tapi menggugah, bukan, apa ya? Terasa sangat dekat. Kayak Sakurai lagi nyanyiin dirinya sendiri, tapi juga diriku. Tapi sebenernya kalo dirasa-rasa, pembawaan emosi Sakurai setiap nyanyi tu membuat semua lagu seperti menceritakan tentang kisah hidupnya. Keren kan? Kerenlah, kecuali kalo lagunya ternyata ngangkat tema tentang kon*om. Huahahahaha, ini beneran terjadi. Parah banget, padahal lagunya bagus. Hayooo pada penasaran pasti…. maaf tapi judul lagunya rahasia :p
Lagu selanjutnya *ora entek2* adalah Haru. Ini semacam Kuchibue dan Yawarakai Kaze dicampur & diublek2 jadilah Haru. Kalo denger ini, serasa pengen menengadah ke langit di malam bertabur bintang. Lalu ambil nafas panjang. Aaaah, dunia itu luar biasa…

Haha 😀 segitu aja deh. Ntar tentang personil dan video Live Concert abal-abal bakal kubahas di lain kesempataaaan 😀 Stay curious!

Mr. Children, Band Organik Kesukaan

Tags

Sesuai janji, saya bakal menulis tentang band favorit terbaru saya ini :3 *walaupun ga ada yang nagih janji*. Berhubung mata udah eneg barusan menuntaskan laporan PA yang piiiiiiiiiip dan PK yang piiiiiiiiiiip maka mari kita segarkan lagi mata ini dengan menulis hal geje! Iya, ho’o, habis ini masih harus nulis workplan blablabla, mbaca buku xxx dan jurnal yyy, ngerjain ini, itu, sana, sono, sini, tapi mbok beeeeeen. I don’t want to waste my youth first *kata-kata mutiara paling pas buat ngeles*. Haha maaf ya kalo prolog posting selalu dimulai dengan hal yang geje, sepeti dikata, geje ini sudah congenital.

Kalo lagi jatuh cinta tu ya gini, fanatik. Saya sudah mengalami kefanatikan yang hebat dalam beberapa fase dengan pasangan yang berbeda-beda, alias multipartner, dalam arti lurus lho yaaa (maksudnya udah jatuh cinta ke band ato grup musik lainnya, bukan yang lain, ingat, bukan YANG LAIN). Dan saat ini adalah fase full blown walaupun ini bukan leukemia! Hahaha.

Iya, ini belom masuk cerita siapa itu Mr. Children -_- Yo sek, sabar laaah

Saya mulai suka akhir-akhir 2013 sih. Iya masih cupu, makanya masih fase full blown. Band ini asalnya dari Jepang, dengan 4 personil (Sakurai vokal, Tahara gitar, Suzuki drum, Nakagawa bass), eh kadang ‘dibonusin’ unofficial member sekaligus produser mereka oom Kobayashi. Kalo gak salah mulainya tahun 1989 ato 1990 gitu. Udah lumayan tua. Genrenya aku juga bingung. Kadang J-pop, Kadang rock, kadang lainnya juga. Kadang banyak banget sentuhan piano, brass, sama string dan nuansanya jazzy. Nggak ngerti deh, tapi genrenya biasanya sering ditulis Jpop. Aku agak kurang setuju sih. Ngomongin soal ketenarannya di Jepang, hohohoho ini satu yang bisa dibanggain dari mereka, mereka Zuper Femezzz, udah sering menang award, udah nelorin belasan album (kayaknya belasan) dan kebanyakan laku keras. Pemusik2 Jepang juga banyak yang suka mereka. Pertanyaan besar saya: kalo gitu kenapa ga terkenal di luar jepang? Hmm….ada yang tau?

Kalo ngomongin soal daya tarik band ini, hmmm, apa ya? Kok malah bingung? Hmmm, kalo dibandingin sama band2 jepang lain yang namanya at least pernah kecantol di kupingmu (sebut saja kayak Laruku, Gazette, dll) mereka ini 50% lebih manusia dari mereka (ehem hyde ehem immortal being dari planet bishounen). Kok bisa? yaa cetheknya dibuktikan dengan penampilan para personelnya, hahaha. Lagunya juga bukan tipe likeable, bukan lagu yang sekali denger langsung nancep di kuping ga bisa keluar (kayak curek gue). Lagu mereka itu durasinya lama (5-6menitan), kadang bisa going on and on and on, nggak terlalu catchy, bahkan kalo denger pertama bisa ngerasa kurang ear friendly (ehem suaranya oom Sakurai ehem). So, what’s special then? Cerita baru akan dimulai. Iya, selama ini masih prolog :p *jangan bunuh saya*

Waktu denger lagu pertama mereka, Hanabi (aih, iya, semua orang yang pernah nonton Code Blue pasti tau), sebenernya nggak ngerasa hal-hal seperti di atas sih. Hanabi itu lagunya menarik, lagu yang menarik banget deh. It grows each time you listen to it, walaupun lagunya gitu-gitu aja (going on and on and on), kalo digrafikin kurvanya naik turun tapi gak signifikan, banyakan plateaunya *opooooooo*. Tapi kayak yang kubilang, it grows in you, pas denger yang selanjut-selanjutnya rasanya makin menarik, terutama kalo saya sih emang ngrasa suaranya oom Sakurai tu uaneh banget, kayak dari belahan bumi yang lain, mentah banget, dan setiap didengar terdengar lain, makanya pingin denger lagi. Berhubung saya emang suka band biasanya dari suara vokalisnya dulu, maka penjelajahan dimulai!

Nyari deh, ke indopiiiipster, tentang lagu-lagu lain mereka. Dari indopiiiipster, nemu beberapa mp3. Hehe maaf ya oom2 Mischil (sebutan cintah ke Mr.Children). Dengerin dan, hmmm, biasa aja. Ternyata lagu yang menonjol dari mereka cuma Hanabi, pikir saya waktu itu. Meski begitu kadang-kadang saya dengerin juga, tapi buat nemenin bikin laporan ato mbaca komik, cuma maksliwer gitu istilahnya. Terus suatu hari ke youtube, nyari vidio yang banyak viewnya dari mereka. Terus nemu…apa ya? GIFT apa ya? Habis itu saya coba tonton dan….voila. Apaan tuh, sulapan? Wow. Playback. Playback lagi. Wow wow. Jadilah laporan saya terbengkalai pada malam itu. Makasih ya mischil….

Jadi yang tak tonton waktu itu tu adalah GIFT pas konser Supermarket Fantasy di Todome. Satu kata: Indah (banget). Cantik (banget). Mulai dari panggung, cara shooting gambar, cara bandnya main musik, bahkan dari penontonnya. Tapi yang paling magnet dan sukses membuat laporan saya cuma jadi ganjel sikut adalah si vokalis. Oom Sakurai pas nyanyi tu beneran menumpahkan segalanya, emosi, jiwa, dan gesturnya yang khas banget. Walopun ga tau itu lagunya maknanya apa tapi liatin dia aja kayak udah nyerap banget maksudnya. Luar biasa, dia luar biasa. Meluap-luap karismanya.

Habis itu saya mikir. Ini salah satu Live tersempurna yang pernah saya tonton. Fyi, saya udah nonton ratusan vidio live concert lho. Ya walopun cuma dari yutub *pecinta musik modal internet doang*. Walaupun oom Sakurai nafasnya kayak tersengal-sengal dan walaupun nyanyinya nggak semulus versi studio. Tapi, ini, magic. What you need in concert bukan cuma cara buat bikin fans jejeritan dan nangis2 karena ngliatin badan seksi ato jejeritan karena si vokalis falseto setinggi punya mbak Maraiyah Keri *mboh maksude opo*, tapi suatu magical moment, dimana pesan dalam lagu itu benar-benar sampai ke penonton. Lebih tepatnya, intimate moment. Waktu nonton video ini, kayak antara saya dan Mischil ga ada gap, kita kayak di satu tempat, hadap-hadapan, dan dia sedang bercerita padaku. Lebay? Nggak ah, ini beneran yang saya rasakan. Padahal saya nggak berada di konser itu, saya adanya di depan leptop. Tapi magnet mereka seakan2 narik jauuuuh sampe sana. Ngomongin soal pesan, aku nggak tau apa-apa arti liriknya. Hahaha. Tapi Mr. Children delivered the message without I knowing the meaning. Balik lagi deh saya percaya bahwa music is indeed universal.

Langsung deh seketika, malam itu juga, donlot semua video Live yang viewnya banyak. Dan juga yang penting, translate lagu. Sebenernya lagi, saya juga suka lagu/band berdasarkan mutu lirik yang mereka produksi. Semakin ga mutu semakin berkurang deh kesempatan hinggap di hati saya haha. Saking sukanya mbaca translate lirik, kadang-kadang translatenya tak translate lagi jadi bahasa Indonesia dengan segala kehancurannya hahaha. Saking sukanya mbaca lirik pula, itu sering tak jadiin motivator dan realisator, maksudnya kayak mengkondisikan saya biar lebih realistis dalam menjalani hidup haha, iyo ra mutu ho’oooo.

Habis mendengar buanyak lagu mereka, saya jadi paham hal-hal yang udah tak tulis di atas (tentang band yang 50% lebih manusia dari yang lain). Kesan yang menonjol dari mereka adalah: band ini organik. Semua unsur dari mereka terasa bukan buatan, bukan artifisial. Band ini ya begini. Mentah dan intim. Lagu-lagunya yang ga gitu likeable itu bisa diumpamain jus jeruk tanpa pemanis buatan. Manisnya ya cuma segitu aja, kayak nggak ada usaha buat bikin jus jeruk itu jadi muanis, enak, seger, dan semua orang suka. Seakan mereka bikin lagu tu sepenuhnya buat mereka sendiri, ga banyak yang suka ga masalah. Kayak mereka ngomong ke kita, “Ini nih laguku, ini ceritaku, kalo kamu mau, datanglah dan dengarlah”. Note: kalau kamu mau. Ini seakan mereka ga mengundang orang untuk ngefans mereka, serius, itu impresiku. Lebih ke, kalo kamu pengen denger cerita kita, maka kemarilah. Haha. Kesannya, mereka bermusik bukan buat dagang, walopun kita semua tahu para pemusik juga punya pikiran tentang bisnis di setiap karyanya, gak mungkin nggak.

Kesannya band ini begitu sederhana, sederhana dalam arti cethek dan dalam. Cetheknya, ya emang lagu mereka itu bukan yang grande pake solo gitar, solo bass, solo piano, atau solo drum 2 menit sendiri ato bonus vokalis ad lib 2 menit juga. Permainan musik mereka nggak se-sophisticated…yah misalnya aja gitarisnya Laruku deh. Arti dalamnya, band ini tu bener-bener apa adanya. Gini ya udah gini. Kamu mau suka ato nggak itu urusanmu. Wow, sebuah determinasi yang luar biasa menurutku, di era dimana band2 butuh promosi heboh biar ga ketelen bumi dan ketelen band2 lain yang makin menjamur.

Okedeeeh, cerita tentang band organik ini bakal saya lanjutin di post berikutnya. Ga kerasa panjang juga ya, emang dasarnya bakat bikin cerpen haha. Oyasumi minnaaa 😀

4 Tahun

Tags

,

Judulnya adalah sejumlah waktu yang saya lewatkan tanpa blog ini. Bahkan sempet lupa punya blog yang ternyata kalo dibaca sekali lagi….. pekoknya naudzubillah. Isinya cuma aib -_-

bukan deng, ini bukan blog sayaaaa bukan sayaaaaa *gak ngaku*

Untuk para pendengar setia blog ini *sopo?* yang pastinya sudah kalang kabut waktu saya vanish dari dunia perblog-an *sopo?* inilah waktu comeback sayaaaaaa!!! Masa kejayaan itu akan saya ulangi!!!

*Sorak-sorak + drumroll swalayan*

Okeeee

Pertama-tama, baru sekarang ini saya ngrasa ternyata tagline blog ini kayak iklan TV -__-
mikir opo to aku pas nggawe iki….oh yo aku ra mikir deng. Ora keren blas, dan sekarang saya berpikir untuk menggantinya, jadi…seeing the world in perfect harmony. Cie, ada yang merasa terpanggil jiwa ke-AMSA-annya?

Jadi sekarang, saya sudah kuliah. Kuliah pemirsa! Woohoooo. Hebat bukan, dan tepatnya kuliah di tempat yang saya inginkan. Sungguh suatu anugrah. Tapi dalam satu anugrah tersimpan banyak tantangan juga. Contohnya ketika kemaren apes gara2 telat dateng C*T. Hahahaha. Ngeri banget kalo ternyata ga bisa dapet izin. Masak jadi mahasiswa ekstensi cuma gara2 satu hari penuh kebodohan? Naudzubillah. Untungnya boleh, alhamdulillah. Kata-kata mutiara: Kebegoan itu menyakitkan. Sistem itu kejam. Jujur itu pahit, tapi berbuah manis pada akhirnya 🙂

Aaaah, sejak kapan jadi Golden Ways begini? hahaha. Padahal entry tulisan kemaren2 bikin mengelus dada semua

Manusia bisa berubah, dan kayaknya perubahan itu hampir pasti terjadi. Tapi entah kenapa, temen2 saya nganggap saya ga pernah berubah. Dan yang bilang begitu bukan cuma satu orang. Yaa, nek transisi dari alay fisiologis ke “dalam batas normal” sih semua orang ngalami. Termasuk saya lho, saya udah insyaf. Tapi, sakjane aku penasaran, what parts of me that don’t change? Is it good? *yo mbok takon wingi2…malah takon neng kene*

Ah, aku tau. Yang jelas saya masih cintah sama komik. Barusan aja nyewa komik di tempat kesayangan. Dan salah satu cita-cita saya yang gak saya lupain adalah baca semua komik di afro! superfisial banget you cita-citane….tapi cita-cita ini tidak mudah digapai lho teman-teman *padahal superfisial*.. afro itu bukanya siang, trus kuliah sibuk banget *mbaca materi kuliah aja nggak masak bela-belain mbaca komik? jawaban dalam hati: yo iyolah!* trus makin banyak aja komik bagus yang sewanya sewa baru *yang artinya: mahal*, macem2 deh. Aaaah dunia memang kejam :”)

Trus apalagi ya? Musik kesukaan aja bisa ganti-ganti. Tapi soal Chris Cornell yang suaranya makjleb dalam arti harfiah, sih, masih suka biyanget biyanget gak nyante biyangetnya. Ah! tapi genre saya kayak udah mulai geser gitu, ke arah melodic melancholic enigmatic rock. Alias rock galau mendayu-dayu. Bukaaaan, bukan Armada -_- Contoh deh, Seattle sound udah ngracunin saya, jadi Alice in Chains *pas jaman Layne* hampir selalu mengisi playlist HP. Satu lagi, selain itu saya suka Mr. Children! Aih, suka banget :3 besok-besok tak tulis segala tentang (saya) yang menyangkut mereka deh. Coming soon!

Jadi…. intinya post ini tentang apa? Racetho banget, katamu? Iya, aku juga ngrasa -_- sudah bawaan orok ini gejenya. Harap maklum. Intinya post ini merangkum hidup saya selama 4 tahun trakhir. Huahahahaha. 4 tahun dalam 1 post! Luar biasa~