Tags

Ttd: fansmu.

Belom selesai aku bikin post tentang orang ini, eh, tiba-tiba bablas.

Bablas ke dunia lain ☹

Hiks ☹

Udah 2 minggu dan masih belom bisa move on. Lagu-lagunya masih nyala terus di hp di laptop dan dimana mana. Di hatiku di otakku.

Chris Cornell, 52 tahun, meninggalkan fans-fansnya selamanya. Meninggalkan Soundgarden, Vicky, Toni, Chris Jr, Lily selamanya.

Chris-Cornell

CC, aku ra nyongko *bacalah dengan nada ndx*

Selain Mr. Children band favoritku sepanjang masa, ada satu orang yang dari jaman SMA selalu kuidolakan. Chris Cornel, aka CC.

Punggawa grunge dari jaman 90an ini, kalo diumpakan, memang bukan manusia dari dunia ini. Musikalitasnya udah saking jeniusnya kayaknya bisa dibilang alien. Iya kali ya, dia balik ke outer space kali ya ☹

Ga berlebihan sih kalo dibilang begitu, karena semua temennya ngakunya begitu. Begitu pula dengan fansnya. Aku jatuh cinta pertama karena suara vokalnya yang wtf. Suaranya itu sangat dinamis, melolong, menghantam, tapi sangat merdu dan melodius. Mulai dari ballad sampai “Beyond the Wheel” yang bisa memutus urat saraf, suara Chris bisa menyayat naga, jadi kukasih nickname Dragon Slayer. Kedua, lirik lagu yang dia tulis. Nuansanya sangat gelap tapi sangat indah. When darkness meets beauty, so captivating. Tema lagunya tentang eksistensial, kematian, kehidupan, religion?, depresi, tapi juga harapan. Kadang-kadang susah diinterpretasi. Sering deng. Dan karenanya temen-temennya kasih nickname Dark Knight (Matt Cameron), atau Dark Prince (Tom Morello). Ketiga, lagulagu yang dia tulis. Damn melodious and beautiful. But also so dark and haunting. Out of this world lah lagu-lagunya. Ra nyoto.

Mulai dari Soundgarden, Audioslave, sampai Temple of the Dog, sampai solo nya dia sendiri, lagu-lagu bikinan dia sangat-sangat distinctive TAPI dia bisa bikin semua lagu itu beda di semua band yang dia masukin. Soundgarden ga sama dengan Audioslave, apalagi Temple of the Dog. Dan itu semua juga sangat beda dengan solo karirnya. Tapi itu semua dia. DIA SEMUA ITU YANG BIKIN LAGU SAMA NYANYI. Ya tentu sama kolaborasi dari bandmates nya juga.

Soundgarden siapa yang ga kenal? Mereka adalah one of earth greatest grunge band in the entire universe. Brrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrgrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrngggggggggggggggggg distorsi gitar dengan beat yang aneh dan drum gila, dari jauh terdengar lolongan……seindah siren. Hah seandainya aku pelaut kayaknya udah tenggelam nyampe dasar palung. Siapa yang bisa bikin Black Hole Sun kalo bukan SG? Album favoritku  Superunknown. Iki album edan.

Audioslave. Hmmmmmmm this is madnesssssss. Bayangpun, RATM minus zac trus yang nyanyi Chris. Duerrrrrrrrrrrrrrr. Opo yo ora bumi gonjang-ganjing. Aku cinta banget sama supergroup ini. Walopun umurnya singkat, 3 album saja, tapi SEMUA ALBUMNYA BAGOST BANGET. “Audioslave, “Out of Exile”, “Revelation”. Paling suka mungkin Out of Exile, karena ada “Doesn’t Remind Me”, lagu yang gagal membuat orang lupa karena justru malah inget semuanya *gimana sih…. Tapi tentu semua tahu lagu ajaib “Like a Stone” yang catchy edan dan sangat melodious. Liriknya….mind bending. Jadi inget waktu Tim diwawancarai tentang Chris. Dia bila Chris jenius. Lirik yang dia bikin sangat dalem. Ga nyangka kalo Like a Stone tu maknanya adalah orang yang…..pingin mati. Nunggu mati. Duer. Baru tau aku detik itu bahwa in your house I long to be, room by room patiently, I’ll wait for you there like a stone. Maksudnya dia nunggu dijemput ajalnya. Dengan sabar. Dang.

Temple of the dog, band tribute untuk Andy Wood yang umurnya Cuma 1 album tapi amat melegenda. Some of the most beautiful song I ever heard. “Say Hello 2 Heaven”, lagu ini terlalu tulus dan jujur, dan bener-bener diperuntukkan buat Andy. Damn nek aku dadi Andy lak yo pengen nangis terus mben krungu iki. Truly a goodbye song for the aching heart of losing a friend. Sadly and achingly beautiful. “Hunger Strike”, beautiful song beautiful melodies. Kalo gada temple kayaknya ga ada Pearl Jam. Jadi band seumur bayi ini jadi tonggak penting buat kelahiran band grunge terfenomenal sampai sekarang, PJ.

Material solonya, mulai dari Euphoria Mourning sampe Higher Truth dan juga infamous Scream. Sangat personal. Kayak kamu bisa liat bare soul dari Chris Cornell. Dan saking dia cintanya sama musiknya dia sendiri dan mungkin saking dia menghargai keintiman pembuat lagu dengan pendengarnya, dia suka banget tour akustikan solo. Di tur itu dia, sendiri, main gitar sama nyanyi. Udah. Deh. Ga ada instrument lain (kadang ada cello). Benar-benar down to the core of the music itself. Dan tour nya ini sangat popular. Dan juga sangat indah.

Ga mungkin CC suicide, no way. Pertama kali denger berita itu saking mustahalnya aku pikir hoax. Hoax hoax hoax lah ga mungkin, orang CC waktu itu bener-bener lagi di tengah-tengah tour. Trus nyari deh. Trus bener deh…………………….. habis itu moment of silence. Dan sampai hari ini aku masih ga percaya dia suicide. Mana ada musisi segitu jeniusnya, segitu penyayangnya sama keluarga, segitu disayang temen-temennya, segitu sober nya, segitu dermawannya, mendadak dangdut suicide. In denial banget lah ini

Terlalu banyak lagu-lagu Chris yang aku suka. Dan sekarang deretan lagu itu ga bertambah. Ah, ilang lagi deh, musisi favoritku. Ilang lagi deh, frontman grunge (ada apa dengan genre ini….is this a curse…). Kalo ga bubar, ya ditinggal selamanya ☹. Goodbye dragon slayer, rest in peace. The song that you sung to Andy, now is being sung for you. Sadly, just like you said Chris, no one sings like you anymore (Soundgarden-Black Hole Sun).

chris-cornell-acoustic-live

Sak tenane atiku loroooo nanging akuuu mencoba rapopooo *ucapkan dengan nada ndx* Who’s gonna slay the dragon now, Chris….? 😦 

Advertisements