Tags

, ,

Topik ini lagi ngehits banget di kampus. Tahu kenapa? Karena ini adalah last battle di preklinik (berharapnya sih jadi last battle). Ujian ini adalah puncak dari segala puncak ujian di FK. Sembilan station, berpuluh-puluh kasus, menguji kepandaian klinik dan penalaran klinik dan juga komunikasi. Ujiannya cuma 2 jam, dipelototin satu-satu, tapi persiapannya berdarah-darah *lebay. Hahahahaha, nggak, INI SERIUS.

Persiapan mulai dari habis cbt, mau refreshing dulu, eeeh ternyata ribet skripsi, eeeh tau-tau udah h-2 minggu kompre, eeh njuk pingin segera lari dari kenyataan 😦 Belajar kelompok membahas what to do and what not to do, tips dan trik, doa super kenceng, sedekah yang banyak, dan sebagainya. Karena di ujian ini, di samping ilmu yang bener, we need tons of luck. TONS.

Kalo gagal nyicil, di hari-h bakal punya gejala gangguan cemas menyeluruh persis kaya pasien simulasinya, bahkan 3x lebih realistis dibanding pasien simulasinya. H-24 jam hilang nafsu makan, merasa tertekan dan paranoid, H-12 jam deg degan dan gelisah, H-8 jam insomnia, mimpi buruk, dan konstipasi. H-3 jam diare. H-30 menit keringat dingin, perut mules. H-5 menit (pas duduk di depan station) palpitasi, takipnea, perut mules, tangan berkeringat dan dingin, kaki lemes, ga bisa diem, MAU PULANG AJA :((((((

(Untung ga sampe waham)

Dan kemudian, bel skillslab berbunyi “ding dong”. Serentak semua berdiri dari kursi, masuk ke judgement day, eeh, judgement room. OSCE SUDAH DIMULAI. GAME ON.

Kompre kemarin entah kenapa lebih lancar daripada KBK-3 yang bahkan tak ingin kuingat lagi. Ya walopun entah ntar lulus atau nggak. Tapi mungkin aku sudah berada di titik que sera sera ya? Apapun yang terjadi terjadilaaaaah~

Station ter-ewh-ku jatuh pada ET dan injeksi. Manekin special osce dikeluarin. Berat biyanget, berasa ngangkat sekejur manekin waktu masukin laringoskop. Gagal masuk 3x sampe mandi keringet. Masukin ET lho bro, SAMPE BERCUCURAN KERINGAT (dan air mata). Imagine that. Alhamdulilah masih boleh lanjut injeksi. Untung sempet belajar cara motek ampul wkwk. Kalo nggak, aku sudha tak tahu lagi 😦 Habis itu alhamdulilah ET berhasil masuk dengan lancar :”) Station ewh kedua jatuh di kateter dan BLS. Nyebul maksimal, ekstensi maksimal, UDARANYA TERSUMBAT. How come……………………………. Nyampe waktu nyebul paru mau meledak (iki rodo lebay sih), udaranya ga masuk. K o k  b i s a . . . . . 😦

(Sisa stase tidak diceritakan karena aib.)

“Dingdong”. SELESAI. Habis osce, rasanya jeratan tali di keempat ekstremitas hilang. Rasanya bebas :”) Sampe-sampe pada selfie hashtag #sudahosce. Kesemua orang mukanya seperti telah melepas beban berat, walaupun nggak tau hasilnya seperti apa nanti. Haha.

Ya sudahlah. Dipetik pelajaran. Yang penting kita belajar, tau yang salah, dan bisa mbenerin (motto hidup untuk mencegah kehancuran id). Besok pegang pasien dah ga boleh salah-salah lagi 🙂

Advertisements