Tags

Sesuai janji, saya bakal menulis tentang band favorit terbaru saya ini :3 *walaupun ga ada yang nagih janji*. Berhubung mata udah eneg barusan menuntaskan laporan PA yang piiiiiiiiiip dan PK yang piiiiiiiiiiip maka mari kita segarkan lagi mata ini dengan menulis hal geje! Iya, ho’o, habis ini masih harus nulis workplan blablabla, mbaca buku xxx dan jurnal yyy, ngerjain ini, itu, sana, sono, sini, tapi mbok beeeeeen. I don’t want to waste my youth first *kata-kata mutiara paling pas buat ngeles*. Haha maaf ya kalo prolog posting selalu dimulai dengan hal yang geje, sepeti dikata, geje ini sudah congenital.

Kalo lagi jatuh cinta tu ya gini, fanatik. Saya sudah mengalami kefanatikan yang hebat dalam beberapa fase dengan pasangan yang berbeda-beda, alias multipartner, dalam arti lurus lho yaaa (maksudnya udah jatuh cinta ke band ato grup musik lainnya, bukan yang lain, ingat, bukan YANG LAIN). Dan saat ini adalah fase full blown walaupun ini bukan leukemia! Hahaha.

Iya, ini belom masuk cerita siapa itu Mr. Children -_- Yo sek, sabar laaah

Saya mulai suka akhir-akhir 2013 sih. Iya masih cupu, makanya masih fase full blown. Band ini asalnya dari Jepang, dengan 4 personil (Sakurai vokal, Tahara gitar, Suzuki drum, Nakagawa bass), eh kadang ‘dibonusin’ unofficial member sekaligus produser mereka oom Kobayashi. Kalo gak salah mulainya tahun 1989 ato 1990 gitu. Udah lumayan tua. Genrenya aku juga bingung. Kadang J-pop, Kadang rock, kadang lainnya juga. Kadang banyak banget sentuhan piano, brass, sama string dan nuansanya jazzy. Nggak ngerti deh, tapi genrenya biasanya sering ditulis Jpop. Aku agak kurang setuju sih. Ngomongin soal ketenarannya di Jepang, hohohoho ini satu yang bisa dibanggain dari mereka, mereka Zuper Femezzz, udah sering menang award, udah nelorin belasan album (kayaknya belasan) dan kebanyakan laku keras. Pemusik2 Jepang juga banyak yang suka mereka. Pertanyaan besar saya: kalo gitu kenapa ga terkenal di luar jepang? Hmm….ada yang tau?

Kalo ngomongin soal daya tarik band ini, hmmm, apa ya? Kok malah bingung? Hmmm, kalo dibandingin sama band2 jepang lain yang namanya at least pernah kecantol di kupingmu (sebut saja kayak Laruku, Gazette, dll) mereka ini 50% lebih manusia dari mereka (ehem hyde ehem immortal being dari planet bishounen). Kok bisa? yaa cetheknya dibuktikan dengan penampilan para personelnya, hahaha. Lagunya juga bukan tipe likeable, bukan lagu yang sekali denger langsung nancep di kuping ga bisa keluar (kayak curek gue). Lagu mereka itu durasinya lama (5-6menitan), kadang bisa going on and on and on, nggak terlalu catchy, bahkan kalo denger pertama bisa ngerasa kurang ear friendly (ehem suaranya oom Sakurai ehem). So, what’s special then? Cerita baru akan dimulai. Iya, selama ini masih prolog :p *jangan bunuh saya*

Waktu denger lagu pertama mereka, Hanabi (aih, iya, semua orang yang pernah nonton Code Blue pasti tau), sebenernya nggak ngerasa hal-hal seperti di atas sih. Hanabi itu lagunya menarik, lagu yang menarik banget deh. It grows each time you listen to it, walaupun lagunya gitu-gitu aja (going on and on and on), kalo digrafikin kurvanya naik turun tapi gak signifikan, banyakan plateaunya *opooooooo*. Tapi kayak yang kubilang, it grows in you, pas denger yang selanjut-selanjutnya rasanya makin menarik, terutama kalo saya sih emang ngrasa suaranya oom Sakurai tu uaneh banget, kayak dari belahan bumi yang lain, mentah banget, dan setiap didengar terdengar lain, makanya pingin denger lagi. Berhubung saya emang suka band biasanya dari suara vokalisnya dulu, maka penjelajahan dimulai!

Nyari deh, ke indopiiiipster, tentang lagu-lagu lain mereka. Dari indopiiiipster, nemu beberapa mp3. Hehe maaf ya oom2 Mischil (sebutan cintah ke Mr.Children). Dengerin dan, hmmm, biasa aja. Ternyata lagu yang menonjol dari mereka cuma Hanabi, pikir saya waktu itu. Meski begitu kadang-kadang saya dengerin juga, tapi buat nemenin bikin laporan ato mbaca komik, cuma maksliwer gitu istilahnya. Terus suatu hari ke youtube, nyari vidio yang banyak viewnya dari mereka. Terus nemu…apa ya? GIFT apa ya? Habis itu saya coba tonton dan….voila. Apaan tuh, sulapan? Wow. Playback. Playback lagi. Wow wow. Jadilah laporan saya terbengkalai pada malam itu. Makasih ya mischil….

Jadi yang tak tonton waktu itu tu adalah GIFT pas konser Supermarket Fantasy di Todome. Satu kata: Indah (banget). Cantik (banget). Mulai dari panggung, cara shooting gambar, cara bandnya main musik, bahkan dari penontonnya. Tapi yang paling magnet dan sukses membuat laporan saya cuma jadi ganjel sikut adalah si vokalis. Oom Sakurai pas nyanyi tu beneran menumpahkan segalanya, emosi, jiwa, dan gesturnya yang khas banget. Walopun ga tau itu lagunya maknanya apa tapi liatin dia aja kayak udah nyerap banget maksudnya. Luar biasa, dia luar biasa. Meluap-luap karismanya.

Habis itu saya mikir. Ini salah satu Live tersempurna yang pernah saya tonton. Fyi, saya udah nonton ratusan vidio live concert lho. Ya walopun cuma dari yutub *pecinta musik modal internet doang*. Walaupun oom Sakurai nafasnya kayak tersengal-sengal dan walaupun nyanyinya nggak semulus versi studio. Tapi, ini, magic. What you need in concert bukan cuma cara buat bikin fans jejeritan dan nangis2 karena ngliatin badan seksi ato jejeritan karena si vokalis falseto setinggi punya mbak Maraiyah Keri *mboh maksude opo*, tapi suatu magical moment, dimana pesan dalam lagu itu benar-benar sampai ke penonton. Lebih tepatnya, intimate moment. Waktu nonton video ini, kayak antara saya dan Mischil ga ada gap, kita kayak di satu tempat, hadap-hadapan, dan dia sedang bercerita padaku. Lebay? Nggak ah, ini beneran yang saya rasakan. Padahal saya nggak berada di konser itu, saya adanya di depan leptop. Tapi magnet mereka seakan2 narik jauuuuh sampe sana. Ngomongin soal pesan, aku nggak tau apa-apa arti liriknya. Hahaha. Tapi Mr. Children delivered the message without I knowing the meaning. Balik lagi deh saya percaya bahwa music is indeed universal.

Langsung deh seketika, malam itu juga, donlot semua video Live yang viewnya banyak. Dan juga yang penting, translate lagu. Sebenernya lagi, saya juga suka lagu/band berdasarkan mutu lirik yang mereka produksi. Semakin ga mutu semakin berkurang deh kesempatan hinggap di hati saya haha. Saking sukanya mbaca translate lirik, kadang-kadang translatenya tak translate lagi jadi bahasa Indonesia dengan segala kehancurannya hahaha. Saking sukanya mbaca lirik pula, itu sering tak jadiin motivator dan realisator, maksudnya kayak mengkondisikan saya biar lebih realistis dalam menjalani hidup haha, iyo ra mutu ho’oooo.

Habis mendengar buanyak lagu mereka, saya jadi paham hal-hal yang udah tak tulis di atas (tentang band yang 50% lebih manusia dari yang lain). Kesan yang menonjol dari mereka adalah: band ini organik. Semua unsur dari mereka terasa bukan buatan, bukan artifisial. Band ini ya begini. Mentah dan intim. Lagu-lagunya yang ga gitu likeable itu bisa diumpamain jus jeruk tanpa pemanis buatan. Manisnya ya cuma segitu aja, kayak nggak ada usaha buat bikin jus jeruk itu jadi muanis, enak, seger, dan semua orang suka. Seakan mereka bikin lagu tu sepenuhnya buat mereka sendiri, ga banyak yang suka ga masalah. Kayak mereka ngomong ke kita, “Ini nih laguku, ini ceritaku, kalo kamu mau, datanglah dan dengarlah”. Note: kalau kamu mau. Ini seakan mereka ga mengundang orang untuk ngefans mereka, serius, itu impresiku. Lebih ke, kalo kamu pengen denger cerita kita, maka kemarilah. Haha. Kesannya, mereka bermusik bukan buat dagang, walopun kita semua tahu para pemusik juga punya pikiran tentang bisnis di setiap karyanya, gak mungkin nggak.

Kesannya band ini begitu sederhana, sederhana dalam arti cethek dan dalam. Cetheknya, ya emang lagu mereka itu bukan yang grande pake solo gitar, solo bass, solo piano, atau solo drum 2 menit sendiri ato bonus vokalis ad lib 2 menit juga. Permainan musik mereka nggak se-sophisticated…yah misalnya aja gitarisnya Laruku deh. Arti dalamnya, band ini tu bener-bener apa adanya. Gini ya udah gini. Kamu mau suka ato nggak itu urusanmu. Wow, sebuah determinasi yang luar biasa menurutku, di era dimana band2 butuh promosi heboh biar ga ketelen bumi dan ketelen band2 lain yang makin menjamur.

Okedeeeh, cerita tentang band organik ini bakal saya lanjutin di post berikutnya. Ga kerasa panjang juga ya, emang dasarnya bakat bikin cerpen haha. Oyasumi minnaaa 😀

Advertisements