Tags

, ,

Inilah status yang saya pasang di FB.

Berhubung PS nya masih di toko, maka hari-hari liburan saya lalui hanya dengan bermain ZUMA!!!! Uhuhuhu Walaupun ZUMA banyak dikatakan sebagai game cupu, gak penting, monoton, mbosenin, gampang, mambu, dst, tapi game ini luar biasa bikin STRESS.

GYAAAAAAAA masak saya main dari smp kelas 3 sampe sekarang ga pernah tamat (ketok’e kuwi cen gamer’e sek copo -_ -‘).

Game yang isinya nembakin bola ke bola-bola lain yang warnanya sama via kodok sakti agar bola-bola tersebut tidak sampai masuk blackhole ini amat MARMOS & MENYEBALKAN. Pokoknya marai mutung, apalagi kalo antrian bola-bola superpanjang itu habis, dan tinggal sedikit bola yang bergerak menuju blackhole dengan kecepatan tinggi, namun bola yang dimiliki kodok sakti tidak sesuai dengan keinginan gamer (pokok’e kodok’e ra dong), misalnya di antrian bola-bola itu warnanya kuning duabiji sederet, ijo sebiji, biru duabiji sederet, tapi yang dimiliki kodok sakti adalah IJO. Sehingga kita harus bersusah payah menembakkan bola IJO itu sampai 3 biji sederet baru ia akan pecah dan hilang. AAAAH kodoknya payah!! Itu berlanjut sampai bola-bola tersebut mendekati garis kematian aka blackhole. Dan tamatlah riwayat pemain!!!

Huhuhu.

Tapi pernah ada suatu kejadian, yaitu keadaannya mirip seperti scene madesu di atas. Tinggal selangkah lagi menuju MATI, bola kuning udah setengahnya berada di blackhole, dan si kodok errornya ga ketulungan. Tapi ternyata saya masih diberi kesempatan! si kodok jadi pintar, dia mengeluarkan warna biru dan tepat di antrian bola panjang itu terdapat 2 deret biru + bonus backward balls!! TEMBAK!!!

Sruuuut sruuut antrian bola panjang itu pun mundur beberapa langkah. Akhirnya saya tetap hidup!

Ya, itulah kisah pilu saya dan ZUMA.

Advertisements